Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 30 Januari 2013

Cara Memilih Tenda Yang Baik

MEMILIH TENDA

Sebagai backpacker terkadang kita harus menyiapkan diri untuk menginap disegala tempat termasuk di alam terbuka. Maka piranti seperti tenda dan sleeping bag harus kita pikirkan jika kita ingin backpacker ‘off beaten track’. Berikut adalah tulisan ringan tentang macam-macam tenda dan sleeping bags, tips memasang serta bagaimana memilih sleeping bag dari tingkat kenyamanan penggunaannya.

1. Tenda Backpacker :Umumnya ringan, berbentuk tunnel, mempunyai ukuran packing yang kecil dan gampang dibawa. Kapasitas terbatas
2. Tenda Dome : Ringan dan compact sehingga gampang dibawa dengan ransel tapi dengan ruangan yang lebih luas dari tenda backpacker. Sangat idela untuk traveling ringan seperti festival musik atau kemping weekend.
3. Tenda Untuk Keluarga Kecil : Biasanya mempunyai ruang cukup besar untuk menyimpan peralatan. Sangat ideal untuk kelompok atau keluarga kecil dalam acara sabtu mingguan.
4. Tenda Untuk Keluarga Besar : Dengan fitur yang lebih lengkap untuk ruang, menyimpan peralatan dan juga tempat untuk tidur.
5. Tenda Teknis : Ringan, compact, dan sangat waterproof diperkuat dengan tiang dari alloy. Tenda ini untuk ekspedisi dimana kondisi medan sangat tidak ramah.
6. Tempat Berteduh Sementara (emergency), Bivy Tent : Waterproff, ideal untuk segala cuaca ketika kondisi bisa berubah setiap saat.

Tips Memasang Tenda :

* Sebelum memasang tenda bersihkan tempat yang akan dipakai dari batu dan kotoran
* Hindari tempat di dataran rendah ketika aliran udara nyaris tidak ada membuat kelembaban makin bertambah. Juga jika hujan tenda cenderung menangkap air lebih banyak.
* Sinar matahari bisa merusakkan tenda, jika bisa pasang di tempat yang teduh
* Pastikan tenda dengan ventilasi yang cukup untuk mengurangi kondensasi
* Simpan sleeping bag dan pakaian dengan tas waterproof untuk berjaga-jaga jka kehujanan dan harus memindahkan tenda
* Bawa peralatan yang bisa untuk memperbaiki tenda misalnya tape isolasi besar
* Jangan pernah memasak didalam tenda karena bahan kain tenda gampang terbakar dan meleleh.
* Jangan menghentakkan metal tiang tenda, packing-lah dari tengah menuju tepi. Beri sedikit minyak untuk perawatan.

Backpacking Alam Bebas

Backpacking Alam Bebas

Secara sederhana, backpacking alam bebas adalah menjelajahi alam bebas dengan berjalan kaki, membawa semua items yang perlu di dalam ransel dengan cara misalnya tidur di alam bebas, minum dari cerukan mata air dan berjalan di segala jenis cuaca.

Pemandangan yang spektakuler
Perjalanan alam bebas dengan berjalan kaki adalah cara yang paling basic untuk menikmati perjalanan petualangan alam bebas dan suatu kesempatan emas untuk menambah kesadaran hidup di alam bebas. Anda juga bisa langsung menikmati pemandangan-pemandangan yang luar biasa yang terkadang membuat anda menarik napas panjang karna kagumnya. Sesungguhnya banyak sekali tempat-tempat indah di belahan dunia ini yang hanya bisa dilihat dan dinikmati hanya dengan jalan kaki. Banyak sekali perjalanan gaya backpacking alam bebas sejak 12 tahun yang lalu telah memberikan saya banyak momen yang sulit dilupakan, dan beruntunglah saya karna masih banyak lagi tempat-tempat yang fantastis yang ingin saya kunjungi dan pemandangan yang spektakuler untuk dinikmati.

Persiapan yang cermat
Sebelum anda mengarahkan perjalanan kea lam bebas, ada baiknya luangkan waktu dulu untuk menyiapkan perjalanan anda. Persiapan yang cermat dan matang merupakan hal yang esensial bagi semua perjalanan alam bebas agar dapat berhasil dan aman. Ambil waktu untuk membaca seluruh informasi mengenai tempat yang Anda tuju dan nikmati/bayangkan tempat itu seperti apa.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan :

Peralatan utama backpacking alam bebas.
Pastikan anda memiliki peralatan backpacking yang memadai untuk perjalanan alam bebas. Saat backpacking, bawa barang yang benar-benar diperlukan. Buatlah checklist barang apa yang perlu dibawa. Pikirkan bagaimana supaya bisa seefisien mungkin.

Jangan memindahkan isi rumah ke dalam ransel.
Perencanaan merupakan satu langkah penting sebelum memulai perjalanan backpack alam bebas. Cek apakah peralatan berkemah anda dengan seksama untuk memastikan kelayakan dan kualitas-nya. Dari situ mungkin anda perlu ke toko outdoor untuk melengkapi peralatan yang kurang. Biasanya petugas di toko outdoor bisa menjadi konsultan dan memberikan rekomendasi yang terbaik buat anda. Peralatan standar yang dibutuhkan di sini adalah :

* Tenda, sebab tenda merupakan rumah kita selama perjalanan
* Sleeping Bag, menjamin kita bisa tidur nyaman dan nyenyak di malam hari.
* Ransel/Keril, untuk membawa seluruh peralatan backpacking kita.
* Peralatan Masak, untuk kegiatan alam bebas, adalah satu set alat masak outdoor untuk memenuhi kebutuhan memasak dalam perjalanan.

Peralatan khusus backpacking alam bebas.
Usahakan untuk mengerti betul medan jelajah yang akan dilalui, sehingga tahu item apa saja yang perlu dibawa. Misalnya kacamata Sunglass dan salep sunscreen tidak terlalu kritikal jika kita berjalan di dalam hutan. Namun akan menjadi esensial keberadaannya jika kita menyusuri pantai sepanjang hari atau di daerah dataran tinggi yang terbuka untuk mencegah kulit terbakar matahari (sunburn). Untuk itu selalu usahakan peralatan backpacking yang terbaik yang dapat anda usahakan. Peralatan berkemah ala backpacker anda dapat membuat perbedaan gagal dan suksesnya perjalanan backpacking. Agar tidak lupa, gunakan checklist.

Pakaian backpacking alam bebas
Pakaian backpacker merupakan salah satu faktor dalam persiapan backpacking alam bebas. Intinya gunakan pakaian dan sepatu yang cocok untuk medan dan kondisi cuaca yang bakal dihadapi. Tentu saja cuaca tidak bisa dipastikan, namun secara imperative anda akan menyiapkan situasi yang tidak pasti tadi. Menjadi basah dan dingin akan menimbulkan backpacker menghadapi masalah-masalah untuk survive di alam bebas. Pakaian yang cocok adalah yang cukup hangat dan kering namun memberikan ventilasi udara yang cukup. Demikian untuk sepatu biasanya dipilih yang cukup nyaman dan durable. Apalagi untuk jalan jauh. Sekali lagi cobalah untuk mampir ke took outdoor, anda akan lihat banyak pilihan di sana, makin banyak pilihan, makin baik untuk anda. Konsultasi juga dengan petugas outdoor untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing item tersebut.

Belajar baca peta dan kompas
Tak seorangpun akan menjalani backpacking alam bebas tanpa membaca peta dan kompas terlebih dahulu. Navigasi merupakan keahlian yang diperlukan bagi semua penggiat alam bebas. Baik menggunakan atau tidak menggunakan kompas atau peta sekalipun, untuk keamanan anda sendiri di alam bebas, anda perlu memiliki kemampuan untuk menentukan posisi anda di suatu tempat dan menemukan jalan anda menuju titik/tempat yang anda sedang tuju. Intinya adalah “Keep yourself oriented” sehingga tiap saat anda dapat menunjukkan dimana sebenarnya anda berada. Jika anda bawa peta kontur, selalu bandingkan apa yang anda lihat di peta dengan sekeliling anda. Jadi kombinasikan navigasi “alam” anda dengan navigasi dari teknologi yang anda miliki (kompas atau GPS sekalipun).

Nikmati Perjalanan alam bebas yang aman
Selalu ingatlah akan pesan ini, yaitu bahwa perjalanan alam bebas anda akan lebih aman dan memberikan anda lebih banyak kenikmatan jika anda paham betul pengetahuan dasar mengenai navigasi alam bebas, baik itu menggunakan atau tidak menggunakan alat navigasi sekalipun.Di dalam perjalanan nanti, jangan heran jika anda menghadapi banyak yang di atas kertas anda telah rencanakan, ternyata anda terkaget-kaget saat di lapangan. Banyak hal yang tidak terduga, namun di situlah anda di dewasakan dan selalu mendapat pelajaran dan nilai-nilai baru yang akan memperkaya pengalaman batin anda dari cuman sekedar hobi backpacking alam bebas.

PERLENGKAPAN SURVIVAL

PERLENGKAPAN SURVIVAL

Yang dimaksud dengan checklist didalam kegiatan berkemah adalah daftar kelengkapan dan perlengkapan perorangan maupun regu. Biasakanlah membuat daftar perlengkapan(Cheklist) sebagai usaha mengecek sekurang-kurang yang mungkin ada, setiap orang mungkin mempunyai perlengkapan yang berbeda, tetapi fungsinya bisa sama. Sebagai patokan minimal, daftar perlenkapan dibawah ini bisa dipergunakan :
A. Perlengkapan
1. Perlengkapan jalan
Ransel + Plastik sampah hitam besar; Penutup ransel (cover bag); Pakaian jalan; T-shirt/ kemeja lapangan; Celana Panjang lapangan; Gesper; Sepatu Hiking + kaos kaki; Topi Rimba/pet; Jas Hujan (Raincoat); Arloji; Kaca mata hitam; Botol air minum min 2 liter air; Golok/pisau tebas; Gaiter; Bandana/sapu tangan/slayer; Webing.
2. Perlengkapan Tidur
Kupluk wool; Pakaian tidur; T-shirt; Training; Jaket/sweater; Kantong tidur; Sarung tangan wool; Kaos kaki tidur; Matras.
3. Pakaian cadangan
Pakaian dalam; T-shirt & Celana Panjang Lapangan; Celana Pendek; Kaos kaki cadangan.
4. Perlengkapan berkemah
Tenda; Fly Sheet; Ponco; Tali Plastik/tali pramuka; Koran bekas; Kantong kresek.
5. Perlengkapan Memasak
Kompor dan Bahan Bakar; Misting; Korek api dalam tabung Film.
6. Perlengkapan Navigasi
Peta Topografi; Kompas Bidik/orienteering; Douglas Protector/busur derajat; Altimeter.
7. Perlengkapan Alat Tulis
Pensil/Ballpoint; Buku catatan kecil.
8. Perlengkapan Makan dan minum
Piring; Sendok dan garpu; Mug plastik/alumunium; Pisau lipat multifungsi.
9. Perlengkapan mandi dan cuci
Sabun mandi; Sikat dan pasta gigi; Sampoo; Sabun Cuci dan Busa pencuci; Tisue gulung; Handuk.
10. Perlengkapan penerangan
Senter; Lilin; Lentera.
11. Perlengkapan P3k dan Obat-obatan pribadi
Plester; Obat merah/obat luka; Perban; Pinset; Peniti; Kapas; Obat gosok; Norit; Oralit; Obat penahan nyeri; Obat flu; Obat sakit kepala; Obat tetes mata; Obat Khusus.
12. Perlengkapan jahit
Jarum; Benang; Kancing; Gunting.
13. Perlengkapan survival
Mata kail; Cermin isarat; Luv/kaca pembesar; Pluit westle; Senar pancing; Batu pematik api.
14. Perlengkapan shalat
Sejadah; Sarung/mukena.
B. Makanan dan Minuman
1. Makanan Pokok
Beras; Havermoot; Roti; Mie instant; Sarden; Cornet; Sosis.
2. Makanan Ringan
Biskuit; Coklat Batang; Permen; Keripik; Kacang; Keju; Buah-buahan.
3. Penyedap Rasa
Kecap; Saos; Garam; Gula; Royco; Mentega.
4. Minuman
Teh; Susu bubuk/kental; Kopi; Sereal; Sari buah; Coklat bubuk; Minuman berenergi suplemen.

Dengan terbiasa kita membuat cheklist/ daftar perlengkapan atau peralatan ekspedisi artinya membiasakan diri untuk selalu siap dan sedia segala sesuatunya dalam rangka menghadapi suatu aktivitas, serta terbiasa mempersiapkan diri/ regu disesuaikan dengan berbagai jenis aktivitasnya. Yang dimaksud dengan report adalah pelaporan perjalanan/ perkemahan yang dibuat secara deskriptif yang memuat segala sesuatu hal yang ada kaitannya dengan kegiatan perjalanan atau berkemah, misalnya; laporan persiapan, pelaksanaan, kondisi perjalanan/ perkemahan, dll.

Dalam Pelaporan perjalanan/ perkemahan akurasi pelaporan haruslah diutamakan, pendukungnya antara lain :
a. Data Tertulis
Catatan kecil (notes) selama perjalanan; Bagan/tabel penguat data; Peta; Dan keterangan lain yang dianggap perlu.
b. Visual & Audio Visual
Foto atau sketsa perjalanan; Handycam, untuk merekam agenda yang dianggap mempunyai “bobot” penting selama acara berlangsung.

Dari sini kemudian kedua pendukung tersebut dapat diolah sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dimengerti dan dipelajari oleh yang berkepentingan. Pada dasarnya kegiatan ekspedisi akan menimbulkan kesan yang mendalam kepada kita, akan memberikan pendidikan praktis tentang: kedisiplinan, kerja sama, saling menghormati antar individu, membiasakan diri untuk selalu waspada, membiasakan untuk selalu mengecek segala hal, dan yang terpenting dapat memelihara, menjaga serta melestarikan lingkungan hidupnya. Persiapan, perlengkapan, pembekalan, pengetahuan, keterampilan fisik dan mental adalah usaha untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan pada saat berkegiatan di alam terbuka. Nasib ada di tangan Tuhan namun demikian kita sebaiknya berusaha untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan Teknik Hidup di Alam Bebas agar kita tidak menjadi korban sia-sia.

BODEN POWELL


BODEN POWELL

Baden Powell lahir di London , Inggris pada tanggal 22 Februari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Nama Baden Powell diambil dari nama ayahnya Domine HG Baden Powell, seorang Profesor geometri di Universitas Oxford. Ayahnya meninggal paad saat Stephenson masih berusia 3 tahun. Ibunya adalah putri seorang Admiral Kerajaan Inggris bernama WT Smyth. Jadi Boden Powell merupakan keturunan seorang ilmuwan dan keturunan petualang di pihak lain.

Tahun 1870, Baden Powell memasuki Charterhouse School di London dengan beasiswa. Ia bukan seorang siswa yang luar biasa , tetapi ia adalah seorang yang giat. Ketangkasannya dalam bidang olahraga terutama sebagai penjaga gawang kesebelasan sekolah dan bakatnya dalam bidang seni seperti drama dan musik menjadikannya pusat perhatian. Baden Powell jugai pandai menggambar, bakat ini kemudian memudahkannya menghiasi karangan-karangannya sendiri.
Baden Powell menamatkan pendidikan di Charterhouse School pada usia sembilan belas tahun. Beberapa waktu setelah sekolahnya selesai, Baden Powell berangkat ke India sebagai pembantu Letnan dalam resimennya yang terkenal pada perang Krim - Charge of the Light Brigade. Selain prestasinya dalam ketentaraan - menjadi kapten pada usia 26 tahun - ia dikenal sebagai pemburu babi hutan di India dan memeperoleh piala “pigstiking” . Olahraga ini sangat dihargai di India karena babi hutan dianggap satu-satunya binatang yang berani minum bersama harimau.

Pada tahun 1887, Baden Powell berangkat ke Afrika , untuk ikut serta berperang melawan suku Zulu , kemudian Suku Anshati dan Suku Matabele. Karena keberanian dan kepandaiannya penduduk Afrika menjulukinya dengan “impeesa” - srigala yang tidak pernah tidur. Karena kecakapannya itu, tahun 1899 pangkatnya telah dinaikkan menjadi kolonel.
Pada waktu itu hubungan Inggris dengan Transval (Afrika Selatan) telah memuncak pada titik perpecahan. Baden Powell membentuk dua bataliyon pemburu berkuda dan berangkat ke Mafeking. Siapa yang menduduki Mafeking, berkuasa di Afrika Selatan”. Demikian dikatakan penduduk asli Afrika . Perang pecah pada tanggal 13 Oktober 1899. Selama 217 hari Baden Powell berhasil menguasai dan mempertahankan Mafeking dari kepungan Bangsa Boer yanng jumlahnya jauh lebih besar. Baden Powell dapat mem[ertahankan kota tersebut sampai akhirnya datang bantuan pada tanggal 18 Mei 1900. Boden Powell kemudian berpangkat Mayor Jenderal dan menjadi pahlawan bangsanya.

Tahun 1901 Baden Powell kembali ke Inggris . Ia kemudian menulis buku yang diperuntukan bagi prajurit muda “Aids to Scouting”. Buku tersebut sangat terkenal dan digemari bukan saja oleh para prajurit melainkan juga oleh masyarakat Inggris khususnya para remaja. Dalam satu bulan saja terjual 60.000 buku , karena masyarakat muda dan tua menggemari buku ini . Surat-suratpun berdatangan terutama dair anak-anak yang menginginkan sesuatu yang lebih kongkrit dari cerita dalam buku. Baden Powell menyadari suatu panggilan untuk membantu anak-anak negaranya.

Atas desakan tersebut berkumpulah 21 orang pemuda dari berbagai lapisan masyarakat yang bergabung dalam Boys Brigade di bawah pimpinan Wiliam Smyth mengikuti perkemahan pada tanggal 25 Juli 1907 di Brownsea Island selama delapan hari. Dalam perkemahan itu dipraktekan cara-cara memasak , berenang , menyelidik, merintis, permainan, mengembara serta api unggun dan lain-lain. Perkemahan tesebut terselenggara dengan baik dan kemudian dijadikan sebagai perkemahan Pramuka pertama.

Sesudah perkemahan tersebut , dua minggu sekali diterbitkan buletin “A Handbook for instruction in Good Citinzenship Trough Woodcraft”. Isi buletin ini diambil dari buku Aids to Scouting dan pengalaman saat berkemah di Brownsea Island. Setelah enam kali terbit buletin ini kemudian dibukukan menjadi buku “Scouting for Boys”. Beberapa saat setelah buku ini diterbitkan dan dijual di toko-toko buku maupun tempat penjualan surat kabar , maka terbentuklah regu-regu dan pasukan dari berbagai lapisan masyarakat. Dengan terbitnya buku ini kemudian menyebar ke seluruh Inggris, Eropa kemudian benua-benua yang lain.

Setahun kemudian Baden Powell menyelenggarakan perkemahan kepramukaan yang kedua di tempat yang sama dengan jumlah Pramuka sebanyak 1.500 anak. Dua tahun kemudian menjadi 109.000 anak dan diikuti oleh negara-negara Eropa yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Akhirnya Baden Powell memutuskan untuk mengundurkan diri dari ketentaraan pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral dan mengabdikan dirinya untuk menumbuhkembangkan kepramukaan .

Pada tahun 1912 , Baden Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk meninjau perkembangan kepramukaan di berbagai negara. Pada tahun inilah permulaan kepramukaan dinyatakan sebagai persaudaraan sedunia . Tahun1920 di London berkumpul Pramuka dari seluruh dunia untuk mengadakan Jambore pertama di dunia . pada malam terakhir yaitu pada tanggal 6 Agustus 1920 , Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of the world .Bapak Pramuka sedunia. Pada tahun 1929, Baden Powell dianugerahi Raja George V dengan julukan bangsawan Lord Baden Powell of Gilwell.

Di usianya ke delapanpuluh tahun ia kembali ke Afrika yang dicintainya. Walaupun Baden Powell tidak menyetujui penjajahan yang dilakukan oleh negaranya , ia telah menunjukan kesetiaan terhadap negara dan rajanya . Baden Powell meninggal di Kenya di suatu tempat yang tertera pada tanggal 8 Januari 1941 , sebulan sebelum ulang tahunnya yang keelapan puluh empat.

Pesan Terakhir Baden Powell
Pramuka-pramuka yang kucinta :\r\n

Jika kamu pernah melihat sandiwara Peter Pan, maka kamu akan melihat mengapa pemimpin bajak laut selalu membuat pesan-pesannya sebelum meninggal, karena ia takut, kalau-kalau tidak akan sempat lagi mengeluarkan isi hatinya, jika saat ia menutup matanya telah tiba.\r\n

Demikian halnya dengan diriku. Meskipun waktu ini aku belum meninggal, namun saat itu akan tiba juga bagiku. Oleh karena itu aku ingin menyampaikan kepadamu sekedar kata perpisahan untuk minta diri……………
Ingatlah, ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu, renungkanlah !

Hidupku adalah sangat bahagia dan harapanku mudah-mudahan kamu sekalian masing-masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu sepeti aku. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan, ataupun kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan adalah membuat dirimu lahir dan batin sehat dan kuat pada waktu kamu masih anak-anak, sehingga kamu dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup, jika kamu kelak telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan kesadaran dalam hatimu, betapa banyaknya keindahan dan keajaiban yang diciptakan Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya.

Lebih baik melihat kebagusan-kebagusan suatu hal daripada mencari kejelekan-kejelekan. Jalan nyata yang menuju kebahagiaan ialah membahagiakan orang lain. Berusahalah agar kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada tatkala kamu tiba didalamnya. Dan bila giliranmu tiba untuk meninggal, maka kamu akan meninggal dengan puas, karena kamu tidak menyia-nyiakan waktumu, akan tetapi kamu telah mempergunakannya sebaik-baiknya. Sedialah untuk hidup dan meninggal dengan bahagia. Masukkanlah paham itu senantiasa dalam Janji Pramukamu, meskipun kamu sudah bukan kanak-kanak lagi dan Tuhan akan berkenan memberikan karunia pertolongan padamu dalam usahamu. ::

Belajar Cara Simple PETA PITA

CARA BELAJAR SIMPLE PETA PITA




 Image 

Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.

                Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah :

                1.             Pensil Teknik 2B

                2.             Penggaris panjang

                3.             Kertas pita peta

                4.             Kompas bidik

                5.             Meja kerja

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita :

1.             Penentuan Skala

                                Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada.

2.             Pembuatan Keterangan

                                Keterangan yang dimaksud adalah apa-apa yang dilihat selama melakukan perjalanan baik yang ada disebelah kiri maupun yang ada di sebelah kanan, yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda berupa bangunan-bangunan penting atau suatu daerah yang mencolok dan merupakan sesuatu yang mudah dilihat dan diperhatikan. Keterangan dituliskan dalam bentuk gambar peta dan tulisan.

3.             Penulisan Arah Utara, Jarak, dan Waktu

                                Arah utara digambarkan sesuai dengan arah utara kompas. Jarak dituliskan berdasarkan ukuran yang ada dengan skala yang sudah ditentukan. Untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat berangkat dan tiba di setiap belokan.

                                Untuk pembuatan peta pita, setiap pergantian arah perjalanan maka harus kita gambarkan, demikian seterusnya sampai daerah yang kita tuju. Gambar keterangan peta dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan contoh berikut

Image

Berikut gambar dari peta pita

Sekarang kita akan mencoba mempelajari bagian-bagian dari petapita seperti gambar di atas.
N0.  >> Untuk meletakkan nomor urut.
Waktu >> kolom ini berisikan waktu saat kita melakukan bidik ketika ada perubahan arah perjalanan.
Jarak >> kolom jarak berisikan Jarak dari titik bidik sebelumnya ke titik saat kita berdiri. pada contoh di atas, baris ke-3 dapat kita lihat jaraknya 520 m yang merupakan jarak dari titik saat sedang mengisi baris ke-2 sampai saat kita mengisi baris ke-3 … “Bingung ya… hehehehe :)
Arah >> Kolom arah berisikan arah  berupa derajat yang ditentukan dengan kompas ketika terjadi perubahan arah.
Kiri >> kolom Kiri berisikan Tanda Medan sesuai keadaan lingkungan sebelah kiri kita saat kita melakukan bidikan arah.
Kanan >> sama halnya kolom Kiri, kolom kanan juga berisikan Tanda Medan sesuai keadaan lingkungan sebelah kiri kita saat kita melakukan bidikan arah.
TB (Titik Balik) >> berisikan lawan arah (dalam derajat)  dari arah perjalanan kita. Jika pada kolom Arah berisikan lebih kecil dari 180 makan pada kolom TB = arah + 180, begitu sebaliknya jika kolom arah berisikan nilai yang lebih besar dari 180 maka kolom TB= arah – 180. Jika kita terlanjur memilih arah yang salah saat melakukan perjalanan maka, maka Titik Balik dapat mengantarkan kita ke tempat semula.
TS (Titik Sasaran) >> ini adalah titi sasaran saat kita membidik untuk menentukan arah.
Keterangan >> Bisa diisikan keadaan sekitar saat kita melakukan bidikan arah.
“gimana…. sampai di sini bisa dipahami kan???? :P

Contoh peta pita yang lain
Image













Senin, 28 Januari 2013

Belajar KOMPAS


Cara Menggunakan KOMPAS

Kompas adalah alat yang berfungsi untuk menunjukkan arah mata angin. Dan bagi para petualang, haruslah mengetahui dengan benar tentang kompas dan kinerjanya. Bahwasannya, dengan mengetahui dan bisa membaca peta dengan arah kompas, maka kemungkinan akan tersesat menjadi semakin kecil. Penting sebenarnya bagi penggiat alam bebas, tetapi banyak yang belum menggunakannya.

Bagian - bagian penting dari Kompas :


1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata angin.
2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45o yang dapat diputar.
6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik.




Cara Mempergunakan Kompas :

1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET
2. Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira - kira bersudut 50o dengan kaca dial.
Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :
a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.
b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.
3. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar
4. Apabila sasaran bidik 30o maka bidiklah ke arah 30o. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30o. Carilah sebuah benda yang menonjol / tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30o tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung ( keluar dari route ) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30 derajat.
5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik ( Back Azimuth atau Back Reading ) agar kita dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perjalanan.

Cara melihat Kompas dan membidik sasaran



Rumus Back Azimuth / Back Reading

1. Apabila sasaran kurang dari 180 derajat = ditambah 180 derajat
0 derajat – 180 derajat = X + 180 derajat

2. Apabila sasaran lebih dari 180 derajat = dikurang 180 derajat

180 derajat – 360 derajat = X – 180 derajat

Contoh :

30 derajat sasaran baliknya adalah 30 derajat + 180 derajat = 210 derajat
240 derajat sasaran baliknya adalah 240 derajat – 180 derajat = 60 derajat


Mata Angin

U = Utara : 0° atau 360°

TL = Timur Laut : 45°


T = Timur : 90°


TG = Tenggara : 135°


S = Selatan : 180°


BD = Barat Daya : 225°


B = Barat : 270°


BL = Barat laut : 315°



MENENTUKAN ARAH MATA ANGIN


Menentukan arah mata angin ( Utara Magnet ) dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan tanpa menggunakan kompas, antara lain :
1. Makam / kuburan orang Islam.
2. Tempat ibadah ( Masjid / Musholah ).
3. Terbitnya matahari / bulan.
4. Lumut pada pohon. ( sebelah kiri dan kanan batang pohon )
5. Pucuk / ujung daun pada pohon.
6. Silet.
7. dll. 


Cara memakainya

  1. Ambil dan siapkan kompas anda
  2. Tempatkan secara mendatar datar kompas pada telapak tangan Anda, dan letakkan telapak tangan di depan dada Anda.
  3. Arahkan titik arah panah perjalanan ke arah yang Anda ingin ambil.
  4. Putar rumah kompas sampai panah orientasi (di perumahan kompas) sebaris dengan ujung utara dari jarum kompas.
  5. Baca dari dasar yang ditandai di tepi perumahan kompas dan sejalan dengan arah panah perjalanan.
  6. Anda sekarang dapat plot arah yang baru saja anda ambil dasarnya dari pada peta. Lepaskan variasi magnetis lokal (yaitu mengambil dari perbedaan antara utara magnetis dan benar) dengan memutar perumahan kompas. Tempatkan kompas pada peta, memegang kedua horizontal, dan memutar kompas secara keseluruhan untuk berbaris panah orientasi dan garis dengan garis peta Utara. Pindahkan kompas sehingga tepi melewati posisi Anda saat ini dan mempertahankan keselarasan dengan garis Utara peta itu.
  7. Gambar garis melalui posisi Anda saat ini dan di sepanjang tepi kompas '. Jalan Anda dari posisi Anda saat ini akan sepanjang garis sepanjang tepi kompas jika Anda mempertahankan dasar ini.


Untuk "mengikuti bantalan"; yaitu menggunakan kompas untuk berjalan di arah yang benar



  1. Kunci peta horizontal dan tempat kompas pada peta.
  2. Arahkan kompas sehingga tepi melewati posisi Anda saat ini dan posisi dimana titik yang anda tuju.
  3. Putar perumahan kompas sampai panah orientasi dan garis sejajar dengan garis Utara peta.
  4. Ambil peta menjauh. Baca dari bantalan membaca dari perumahan kompas dan menambah nilai lokal variasi magnetis.
  5. Kunci kompas secara horizontal dengan arah panah perjalanan menunjuk jauh dari Anda. Putar untuk menghadapi arah mana garis jarum Utara dengan panah orientasi pada perumahan kompas.
  6. Lihat bawah arah panah perjalanan dan fokus pada sebuah objek di kejauhan bahwa itu menunjuk kepada misalnya pohon, tiang telegraf dll Berjalan menuju objek ini akan membawa Anda ke posisi yang Anda inginkan.
  7. Jika visibilitas terbatas dan Anda tidak dapat melihat obyek yang jauh menggunakan anggota regu Anda. Minta mereka untuk pergi dari Anda dalam arah yang ditunjukkan oleh arah panah perjalanan sebagai Anda tinggal di tempat yang sama. Panggilan keluar untuk memperbaiki arah mereka saat mereka berjalan. Ketika mereka mendekati tepi visibilitas meminta mereka untuk menunggu sampai Anda mengejar ketinggalan.
  8. Ketika Anda mencapai objek yang dipilih atau orang yang Anda mengarahkan membuat bantalan lain dengan mengulangi langkah-langkah.





































































































                                       

Belajar SURVIVAL

Yuk Belajar Navigasi Dan Survival Singkat



Kegiatan di alam bebas adalah kegiatan yang bersifat menyenangkan, karena kita bisa melihat, menikmati, mengagumi dan belajar mengenai alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Alasan melakukan kegiatan di alam bebas antara lain sebagai sarana olahraga (sport) , kegemaran (hobby), pendidikan (education), penelitian
(research), pelatihan (training) atau sekedar bersantai (refreshing) menikmati keindahan alam. Kegiatan ini sangat beragam tergantung tujuannya, antara lain mendaki gunung (hiking), panjat tebing (rock climbing), penelusuran gua (caving), arung jeram (rafting), menyelam  (diving), selancar (surfing) atau praktek/
praktikum lapangan di alam bebas.

Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan kegiatan di alam bebas adalah persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, meliputi persiapan alat/ perlengkapan, kesehatan dan kondisi fisik, biaya selama kegiatan dan data informasi mengenai lokasi, jalur, medan serta cuaca. Kemanapun lokasi yang kita tuju, apapun jenis medan yang dilalui, seberapa buruknya cuaca yang dihadapi atau seberapa besar hambatan yang datang, bukanlah suatu masalah yang berarti jika dibekali dengan persiapan dan perencanaan yang matang. Sebaliknya bila tidak dipersiapkan dan direncanakan secara matang, maka akan menyebabkan kondisi darurat, sehingga memaksa kita harus bertahan hidup (survival) sebelum mendapatkan pertolongan atau keluar dari situasi dan kondisi yang tidak diharapkan tersebut. Pengetahuan tentang survival sangat diperlukan bagi orang yang biasa beraktivitas di alam bebas sebagai “senjata” yang bisa digunakan pada saat terdesak menghadapi kondisi darurat.

PERSIAPAN DAN PERENCANAAN KEGIATAN

Persiapan dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain iklim/ cuaca yang ekstrim, medan yang sulit dilewati atau sumber air yang kurang.

 Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi

sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, keterampilan (skill) dan data informasi. Sebelum melakukan kegiatan di alam bebas harus mempersiapkan dan
merencanakan kegiatan dengan baik terutama informasi jalur, medan dan cuaca, kesehatan dan kondisi fisik, biayaperjalanan, kelengkapan identitas diri serta perlengkapan pakaian dan logistik. Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatannyang akan dilakukan, dengan mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mungkin terjadi.

Perencanaan tersebut harus berdasar
kepada “Pedoman 5 W + 1 H” yaitu Who, What, Why, When, Where dan How.

1.Who, siapa yang mengadakan kegiatan, dengan siapa kita pergi, siapa yang jadi pemimpin (leader) dan siapa yang paling berpengalaman di lapangan.
2. What, apa jenis kegiatannya, apa tujuannya, apa hambatannya, apa yang akan dilakukan dan perlengkapan apa yang harus dibawa.
3. Why, mengapa kita harus ikut dan mengapa memilih kegiatan tersebut.
4. When, kapan kegiatannya, berapa lama waktunya, siang atau malam dan padamusim apa kegiatan tersebut dilakukan.
5. Where, dimana tempat kegiatannya, dimana tempat mencari bantuan terdekat.
6. How, bagaimana mencapai lokasi kegiatan dan bagaimana menghadapi resiko buruk yang mungkin terjadi.
Dari semua persiapan yang dilakukan, ada satu hal yang paling penting untuk diperhatikan yaitu pengetahuan mengenai diri sendiri terutama daya fisik dan
mentalnya.

Usaha lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah memberitahukan segala rencana kegiatan kita secara rinci kepada orang lain
termasuk perubahan rencana di tengan jalan dengan menuliskan pada secarik kertas yang dibungkus plastik dan ditempelkan di pohon atau menyampaikan kepada pendaki lain.

PERLENGKAPAN DAN PENGEPAKAN (PACKING)
Perlengkapan yang harus dipersiapkanntergantung kepada kebutuhan, tujuan, jenis dan lamanya kegiatan. Perlengkapan yang terlalu banyak akan membuat tidak
efektif dan efisien, sedangkan perlengkapan yang terlalu sedikit tidak bisa memenuhi kebutuhan selama kegiatan.

perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan di alam bebas terdiri dari perlengkapan pribadi, perlengkapan kelompok dan perlengkapan teknis.

1. Perlengkapan Pribadi

Perlengkapan pribadi adalah barang-barang perlengkapan untuk memenuhi semua kebutuhan pribadi tanpa mengandalkan orang lain, yaitu:
1. Sepatu (harus kuat, lentur, aman/safety , nyaman, anti selip) dan kaos kaki (cukup tebal, kuat, nyaman dan terbuat dari wol atau sintetis)
2. Pakaian lapangan (nyaman, tahan lama, cepat kering, melindungi tubuh dari berbagai kondisi lingkungan dan terbuat dari polyester atau polypropilena atau
memenuhi 3 W yaitu wicking, warmth, water/wind proofing)

3. Tas/ransel (kokoh, bahannya kuat, tahan air dan mempunyai sabuk pinggang untuk mengurangigoyangan ransel)
4. Ponco/rain coat 5. Perlengkapan tidur (bersih, kering, hangat dan nyaman terdiri dari pakaian tidur, matras, kantongtidur/sleeping bag dan jaket/
sweater)

6. Perlengkapan mandi (handuk, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi dan shampo)
7. Air minum dan makanan (harus cukup kualitas dan kuantitasnya)
8. Alat navigasi (kompas, peta, altimeter dan GPS=Global Positioning System)
9. Alat tulis (ballpoint, buku dan pensil)
10. Perlengkapan penunjang (menunjang kegiatan yang dilakukan, seperti HT (handy talkie), HP (hand phone), pelindung pacet/gaithers, kelambudan lainnya)
11. Survival kit yang terdiri dari pisau serbaguna, alat pancing, jarum jahit, benang, tali jerat, gunting, cermin, peluit, kompas, ketapel, karet, lup, peniti, korek api dalam kemasan kedap air, makanan berkalori tinggi, senter, obat-obatan, radio komunikasi dan balon.

2. Perlengkapan Kelompok

Perlengkapan kelompok adalah barang-barang perlengkapan yang dibawa untuk
memenuhi kebutuhan semua anggota kelompok yaitu :

tenda, obat-obatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaaan), peralatan masak dan makan, golok serta tali.

3. Perlengkapan Teknis

Perlengkapan teknis adalah perlengkapan yang digunakan untuk beraktivitas di alam bebas, tergantung jenis dan tujuan kegiatan. Perlengkapan kegiatan hiking
berbeda dengan kegiatan caving, begitu juga dengan kegiatan yang lainnya.

4. Packing

Packing adalah pengepakan barang-barang yang sudah terdata dan pasti akan dimasukkan ke dalam ransel. Packing akan memudahkan pengambilan barang
saat diperlukan, membagi titik berat pada ransel dan menjaga keseimbangan ransel sehingga tidak terlalu berat jika dibawa.

Prinsip packing adalah barang yang berat diletakkan di bagian atas ransel dan sedekat mungkin ke bagian tubuh, menempatkan barang yang penting dan
sering digunakan pada tempat yang mudah dijangkau serta mengelompokkan barang-barang dan melindunginya dengan membungkusnya dalam plastik (trash bag).

Prinsip memanfaatkan ruangan yang ada di dalam ransel seefisien mungkin.

Buatlah daftar barang (checklist) dan periksa kembali pada saat barang dimasukkan ke ransel, untuk menghindari adanya barang yang tertinggal. Checklist merupakan petunjuk yang dapat membuat suatu prosedur yang teratur dan membangkitkan kepercayaan diri kepada pemula.

NAVIGASI DARAT

Navigasi adalah penentuan posisi danbarah perjalanan, baik di medan perjalanan atau di peta. Navigasi terdiri atas navigasidarat, sungai, pantai dan laut, namun yangbumum digunakan adalah navigasi darat. Navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari cara seseorang menentukansuatu tempat dan memberikan bayangan
medan, baik keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi dengan bantuan minimal peta dan kompas. Pekerjaan navigasi darat di lapangan secara mendasar adalah titik awal perjalanan (intersection dan resection), tanda medan, arah kompas, menaksir jarak, orientasi medan dan resection, perubahan kondisi medan dan mengetahui ketinggian suatu tempat.

1. Alat-alat navigasi terdiri dari:

1. Kompas adalah alat untuk menentukan arah mata angin berdasarkan sifat magnetik kutub
bumi. Arah mata angin utama yang bisa ditentukan adalah N (north = utara), S (south = selatan), E (east = timur) dan W (west = barat), serta arah mata angin lainnya yaitu NE (north east = timur laut), SE (south east = tenggara), SW (south west =barat daya) dan NW (north west =
barat laut).

Jenis kompas yang umum digunakan adalah kompas sylva, kompas orientasi dan kompas bidik/prisma.
2. Altimeter adalah alat untukmenentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan perbedaan tekanan udara.
3. Peta adalah gambaran sebagian/ seluruh permukaan bumi dalambentuk dua dimensi dengan perbandingan skala tertentu.
4. Jenis-jenis peta terdiri dari peta teknis, peta topografi dan petaikhtisar/geografi/wilayah. Bagian-bagian peta antara lain judul, nomor, koordinat, skala, kontur,
tahun pembuatan, legenda dan deklinasi magnetis.

5. GPS (Global Positioning System) adalah sistem radio-navigasi global yang terdiri dari beberapa satelit dan stasiun bumi. Fungsinya adalah menentukan lokasi,
navigasi (menentukan satu lokasi menuju lokasi lain), tracking (memonitor pergerakan seseorang/benda), membuat peta di seluruh permukaan bumi dan menentukan waktu yang tepat ditempat manapun.

2. Menentukan arah tanpa alat navigasi selain menggunakan alat-alat navigasi, kita juga dapat menentukan arah mata angin dengan tanda-tanda alam dan buatan,
yaitu:

1. Tanda-tanda alam yaitu matahari, bulan dan rasi bintang
2. Tanda-tanda buatan yaitu masjid, kuburan dan membuat kompas sendiri dari jarum/silet yang bermagnet dan diletakkan di atas permukaan air
3. Flora dan fauna: Tajuk pohon yang lebih lebat biasanya berada di sebelah barat Lumut-lumutan Parmelia sp. dan
Politrichum sp. biasanya hidup lebih baik (lebat) pada bagian barat pohon Tumbuhan pandan hutan biasanya cenderung condong ke
arah timur Sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan

3. Mencegah dan menanggulangi keadaan tersesat
Tersesat adalah hilangnya orientasi, tidak mengetahui posisi yang sebenarnya dan arah yang akan dituju. Hal tersebut biasanya disebabkan karena berjalan pada malam hari, tidak cukup sering menggunakan peta dan kompas dalam perjalanannya, tidak tahu titik awal pemberangkatan di peta dan melakukan potong kompas.
hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tersesat antara lain:

Selalu melapor kepada petugas terkait atau orang yang dipercaya mengenai tujuan perjalanan, lamanya dan jumlah anggota yang
ikut Selalu mengingat keadaan sekitar perjalanan berdasarkan kelima indera yang dimiliki Tetaplah berada pada jalur yang telah ada dengan memberi petunjuk pada tiap persimpangan Perhatikan objek yang mencolok seperti mata air, bukit, sungai atau gunung Pada saat berjalan sekali-kali tengoklah ke arah belakang, ingatlah jalur tersebut jika dilihat dari arah berlawanan Pelajari dengan benar alat-alat navigasi yang dibawa Gunakanlah kompas sebelum tersesat Belajar membaca tanda-tanda alam untuk menentukan arah matamangin Jangan pernah percaya secara penuh kepada orang lain termasukkepada pemimpin.

Pedoman yang bisa digunakan apabila tersesat adalah S T O P, yaitu:

 S = Seating, berhenti dan beristirahat dengan santai, hilangkan kepanikan
 T = Thinking, berpikir secara jernih (logis) dalam situasi yang sedang dihadapi
O = Observation, melakukan pengamatan/ observasi medan di lokasi sekitar, kemudian tentukan arah dan tanda-tanda alam yang dapat dimanfaatkan atau yang     harus dihindari
 P = Planning, buat rencana dan pikirkan konsekuensinya bila anda sudah memutuskan sesuatu yang akan anda lakukan Hal-hal yang dapat dilakukan untuk
menanggulangi keadaan tersesat adalah:

1. Membuat tempat berlindung (shelter) dari bahaya atau cuaca buruk
2. Tetap tenang, tidak panik, berpikir jernih dan mencoba ingat jalur perjalanan
3. Orientasi dapat dipermudah dengan menuju tempat yang tinggi/memanjat pohon
4. Gunakan kompas dan peta (alat navigasi) atau indikator alam
5. Buat petunjuk untuk mempermudah orang lain mencari keberadaan kita, misalnya dengan tulisan, peluit, asap, sinar atau berteriak
6. Tetap bersama-sama dengan kelompok dalam kondisi apapun
7. Memanfaatkan situasi dengan menunggu bala bantuan, mencari
makanan, mencari air dan lainnya.

SURVIVAL

Survival berasal dari kata survive yang berarti bertahan hidup. Survival adalah berusaha mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum mendapatkan pertolongan. survival adalah suatu kondisi dimana seseorang/kelompok orang dari suatu kehidupan normal (masih sebagaimana direncanakan) baik tiba-tiba atau tanpa disadari masuk ke dalam situasi tidak normal (di luar garis rencananya). Orang yang melakukan survival disebut survivor. Survival yang biasa dilakukan yaitu di hutan/alam bebas sehingga disebut juga jungle survival. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang disebabkan alam, kecelakaan, gangguan satwa atau kondisi lainnya.

 Setiap huruf dari kata survival merupakan singkatan dari langkah-langkah yang ahrus kita ingat dan lakukan yaitu:

 S : Size up the situation
U : Undue haste makes waste
 R : Remember where you are
V : Vanguish fear and panic
 I : Improve V : Value living
 A : Act like the native
 L : Learn basic skill
Secara umum aspek-aspek dalam kondisi survival dibagi tiga yang saling mempengaruhi dan berkaitan yaitu aspek psikologis (panik, takut, cemas, sepi, bingung, tertekan, bosan), aspek fisiologis (sakit, lapar, haus, luka, lelah) dan aspek lingkungan (panas, dingin, kering, hujan).
1. Komponen pokok survival terdiri atas: Sikap mental berupa hati yang kuat untuk bertahan hidup, mengutamakan akal sehat, berpikir
jernih dan optimis Kondisi fisik yang fit dan kuat Tingkat pengetahuan dan keterampilan Pengalaman dan latihan Perlengkapan berupa survival kit.

2. Langkah-langkah survival Jika tersesat lakukan tindakan pedoman STOP (Seating,Thinking, Observation, dan Planning) Lakukan pembagian tugas kepada
anggota kelompok Tetap berusaha mencari pertolongan Hemat terhadap penggunaan makanan, minuman dan tenaga Hindari dan jauhi masalah-masalah
yang mungkin timbul yaitu dari diri sendiri, orang lain dan alam.

3. Kebutuhan dasar survival
a. Air Syarat-syarat fisik air bersih yang layak untuk diminum adalah tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Sumber air antara lain mata air, sungai, air hujan, embun, tumbuhan (rotan, pisang, lumut, akar gantung, kantung semar), hasil kondensasi tumbuhan dan air galian tanah.
b. Makanan Saat sumber makanan yang dibawa semakin berkurang, kita dapat memanfaatkan sumber makanan dari alam berupa flora (tumbuhan) dan fauna
(hewan). Bagian tumbuhan yang dapat dimakan adalah buah, batang, daun dan akar (umbi). Hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi tumbuhan: Hindari tumbuhan berwarna mencolok Hindari tumbuhan bergetah putih, kecuali yang sudah dikenal aman dimakan Mencoba mencicipi sedikit atau mengoleskan ke kulit. Biasanya tumbuhan yang berbahaya akan menimbulkan efek gatal, merah dan panas pada tubuh. Variasikan makanan yang dimakan
untuk menghindari akumulasi zat yang mungkin buruk bagi kesehatan Jangan memakan tumbuhan yang meragukan untuk dimakan. Hampir semua unggas dan ikan dapat dijadikan sumber makanan, begitu juga dengan beberapa jenis serangga, reptil dan mamalia. Kendala utama untuk mendapatkan hewan-hewan liar tersebut adalah cara menangkapnya. Oleh karena itu perlu membuat perangkap (trap) untuk mempermudah menangkap
hewan liar tersebut.

c. Shelter Shelter adalah tempat perlindungan sementara yang dapat memberikan kenyamanan dan melindungi dari keadaan panas, dingin, hujan dan angin. Shelter dapat menggunakan alam yang ada seperti gua, lubang pohon dan celah di batu besar. Selain itu dapat dibuat dari tenda, plastik dan ponco atau menggunakan bahan dari alam seperti daun-dauanan atau ranting.
d. Api Api berguna untuk penerangan, meningkatkan semangat psikologis, memasak makanan dan minuman, menghangatkan tubuh, mengusir hewan buas membuat tanda/kode, dan merokok. Sumber api berasal dari korek api, lup/ teropong, menggosok-gosokkan kayu dnegan kayu, membenturkan logam dengan logam atau batu.
Ada hal lain yang menentukan lamanya kita berada pada kondisi survival, yaitu keputusan apakah kita akan menetap (survival statis) atau bergerak keluar mencari bantuan (survival dinamis).

PENUTUP

Survival adalah berusaha mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum mendapatkan pertolongan. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang sulit diprediksi/diperkirakan seperti disebabkan oleh alam, kecelakaan, gangguan satwa atau kondisi lainnya. Persiapan dan perencanaan kegiatan adalah salah satu langkah untuk mengantasipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi di lapangan. Hal ini termasuk peralatan/perlengkapan dan pengetahuan dasar mengenai survival. Namun hal yang paling menentukan adalah faktor diri sendiri.

 

Blogger news

Blogroll

About